Mengenal Motif Batik Nusantara (bag. 3)

Motif swastika termasuk motif kuno yang diilhami bentuk simbol dari Hinduisme, yang merupakan lambang keabadian. Motif ini dibentuk dengan menghubungkan ujung swastika satu dengan yang lain sehingga terbentuk motif yang disebut banji. Simbol berbentuk swastika ini datang ke Indonesia melalui Cina. Semen berasal dari kata semi-semian, pola semen artinya segala sesuatu yang tumbuh bersemi dalam habitat manusia. Pola semen termasuk pola non-geometris. Babon atau induk golongan pola ini ialah yang disebut semen rama. Pola ini diilhami oleh ajaran-ajaran dan simbol-simbol Hinduisme yang dapat diterima secara universal. Pola semen rama disebut induk pola semen karena pada pola semen rama terdapat motif-motif yang tersusun lengkap sesuai dengan makna filosofis yang dikandungnya. Bentuk polanya terdiri atas motif-motif yang bersifat simbolik dan ekspresi dari suatu pandangan hidup. Pandangan hidup tersebut antara lain ajaran Asta Brata, yaitu suatu ajaran yang mengatur bagaimana seharusnya seorang pemimpin menjalankan tugasnya. Selain itu, ada simbol-simbol yang bermakna ajaran trihita karana. Ajaran ini menyebutkan bahwa hidup yang akan mendatangkan ketenteraman lahir dan batin ialah hidup yang baik sebagai individu, sebagai bagian dari lingkungan habitatnya, dan sebagai bagian dari alam yang agung. Dengan kata lain hidup yang baik menjaga kelestarian, kedamaian, dan keindahan dalam jagad cilik, jagad gede, dan jagad agung ciptaan Yang Mahakuasa. Motif simbolik tersebut berupa pohon hayat, lidah api, meru atau gunung, gurda (garuda) atau sayap gurda (lar), bangunan rumah, tombak pusaka, tahta atau punden, burung (binatang di udara), kijang atau binatang darat lainnya, dan kadang dilengkapi dengan motif ikan atau ular (binatang air).

Dalam setiap motif batik, termasuk batik klasik, tentu ada pengisi bidang motif. Jenis pengisi bidang (isen—isen) dalam motif batik klasik cukup beragam. Namun, ada beberapa jenis isen-isen yang digunakan terus-menerus, yaitu sawut, cecek sawut, tengah sisik melik, sisik, gringsing, dan cacah goni.

Motif Batik Modern
Bila motif batik klasik sebagian besar berupa bentuk-bentuk geometris, motif batik modern bercirikan bentuk yang naturalis. Batik-batik demikian banyak terdapat di pusat-pusat pembatikan di daerah pesisir seperti Pekalongan, Garut, dan Lasem. Oleh karena itu, batik dari daerah itu lazim disebut motif pesisiran. Contoh motif batik pesisiran yaitu motif buketan.

Buket berasal dari kata bouqet (bahasa Inggris)yang berarti karangan bunga dan dedaunan untuk dijadikan pajangan. Motif ini merupakan pengaruh dari kebudayaan Eropa yang dibawa oleh penjajah Belanda. Motif pesisiran yang lain yaitu putri salju. Pengertian lain menyebutkan, batik modern adalah semua motif yang gayanya tidak seperti motif batik klasik. Penyusunan motif dilakukan secara simetris atau asimetris atau dengan memadukan beberapa motif tradisional. Pada tahun 1967 mulai muncul dan berkembang batik modern. Contoh motif batik modern yang berkembang sekarang yaitu motif gaya abstrak dinamis. Salah satu gaya abstrak dinamis yaitu motif yang menggambarkan rangkaian bunga, burung terbang, dan ledakan senjata. Tiga gaya batik modern yang lain yaitu gaya gabungan, gaya lukisan, dan gaya khusus. Motif gaya gabungan yaitu pengolahan dan stilasi ornamen dari berbagai daerah atau salah satu daerah menjadi suatu rangkaian yang indah. Motif gaya lukisan menggambarkan lukisan seperti pemandangan dan bentuk bangunan yang diolah sedemikian rupa sehingga menjadi karya batik modern yang indah. Motif gaya khusus adalah motif yang diambil dari cerita lama, misalnya diambil dari cerita-cerita lama pewayangan klasik.