Batik Sebagai Gaya Berbusana Masa Kini

Menjadi wanita cantik menawan hati adalah idaman setiap wanita. “Cantik itu datangnya dari hati.” Ungkapan itu memang benar, tetapi cantik itu juga harus didukung oleh penampilan. Kesan pertama dari seseorang dilihat dari penampilan. Kepribadian seseorang tercermin dari cara berpenampilan, sedangkan unsur utama dalam berpenampilan adalah busana. Lalu, bagaimanakah busana yang sesuai dengan kepribadian kita? Bagaimanakah busana yang membuat kita percaya diri dan tetap menjadi diri sendiri? Busana seperti apa yang mampu membuat kita tampil menawan? Gaya berbusana seperti apakah yang dapat memenuhi kebutuhan aktualisasi diri wanita modern?

Seiring dengan perkembangan dunia mode dan fashion, penampilan wanita modern dalam berbusana lebih menonjolkan keartistikan daripada fungsionalnya. Gaya hidup wanita modern menuntut cara berbusana yang praktis, tetapi tetap menarik. Seperti yang kita ketahui, profesi dan aktivitas wanita sekarang tak kalah sibuk dengan para pria. Namun, mereka tetap ingin tampil feminin tanpa meninggalkan sisi kewanitaannya. Para wanita mulai menyadari bahwa gaya berbusana yang dikenakan akan memberikan nilai tertentu yang lebih mendalam. Wanita selalu ingin mendapatkan sesuatu yang lain dari setiap jenis busana yang dikenakan.

Semakin kita menggeluti batik, semakin banyak keunikan yang kita temui. Banyak manfaat yang dapat kita ambil di balik secarik kain batik, terutama filosofi kehidupannya. Batik itu kuno. Itu pendapat dulu. Sekarang lain keadaannya. Saat ini banyak orang memakai dan menyukai batik. Bahkan, mereka bangga memakainya. Di sisi lain memakai batik terasa kembali ke masa silam.

Beberapa orang mengatakan batik itu membosankan. Modelnya tidak berkembang, sehingga hanya bisa dipakai untuk kondangan dan seragam. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi para desainer busana untuk mengolah kain batik sehingga menjadi desain yang modern untuk memenuhi aktualisasi diri para wanita modern dalam berbusana.

Saat ini para desainer busana papan atas Indonesia semakin semangat mengolah batik. Mereka bertekad untuk menciptakan batik dalam desain yang menarik. Desainer seperti Iwan Tirta, Poppy Dharsono, Carmanita, Ghea Panggabean, dan Oscar Lawalata berusaha membuat batik yang tadinya seperti barang kuno menjadi desain busana yang modern. Desain-desain batik modern yang dihasilkan dapat menjadi alternatif bagi wanita dalam menonjolkan citra dirinya. Setiap perancang memiliki cara tersendiri dalam menuangkan ide, kreativitas, dan fantasinya. Kadang-kadang masyarakat masih sulit menerima dan memahami ide dan fantasi para desainer. Tetapi, paling tidak, mereka sudah memberikan ide terbaiknya yang diharapkan dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat, untuk saat ini dan untuk masa-masa yang akan datang. Hal utama yang harus dipertimbangkan oleh seorang perancang adalah mampu memberikan ide rancangan yang masih layak dipakai oleh masyarakat. Dalam hal ini bagaimana para perancang mampu memberikan ide rancangan batik yang dapat diterima oleh masyarakat.

Tidak sedikit usaha para desainer dalam melestarikan batik. Buktinya, setiap kali digelar acara fashion show, mereka selalu menganjurkan dan mengarahkan para desainer junior untuk menggunakan batik sebagai bahan pendukung bagi koleksi mereka. Minimal dua kali dalam setahun Assosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) secara rutin mengadakan acara Fashion Tendance. Acara ini dijadikan sebagai acuan trend fashion masyarakat Indonesia. Selain mengelar Fashion Tendance, APPMI juga menggelar Jakarta Fashion and Food Festival di Kelapa Gading. Bahan batik dari berbagai daerah boleh dieksplorasikan dalam ide rancangan desainer muda. Para perancang muda ini diharapkan dapat mengolah dan mengangkat batik Indonesia sehingga dapat menduduki pamor di kancah fashion dunia. Asmoro Damais adalah salah satu dari sekian seniman batik yang gemar bereksperimen, baik dalam bahan, motif, maupun fungsi. Asmoro Damais telah menggeluti batik sejak tahun 1990-an. Asmoro Damais selalu berusaha menjaga kelestarian motif-motif klasik batik. Hal itu ia tempuh dengan memanfaatkan corak-corak batik lama (klasik) untuk kebutuhan baru. Sebagai contoh penggunaan motif-motif batik klasik untuk keperluan interior. Motif-motif batik lama dibuat dalam tata warna dan selera masa kini. Semua diusung dalam bentuk kain sofa, sarung bantal sofa, kain gorden, dan wallhanging atau hiasan dinding.