3 Aspek Kegunaan Batik

“Tak kenal kenal maka tak sayang”. Pepatah itulah yang cocok untuk mengukur kadar kecintaan kita terhadap batik. “Memakai batik itu seperti orang kuno atau orang desa, jadul kata anak-anak sekarang, dan tidak mengikuti trend fashion.” Pernyataan seperti itu sangatlah salah. Batik sangat bagus digunakan untuk anak muda. Banyak anak muda yang mulai menyukai baju batik karena merasa nyaman saat memakainya. Baju batik terasa nyaman karena dibuat dari bahan katun menyerap keringat, sehingga pemakai tidak gerah. Selain itu, desain baju batik saat ini sangatlah beragam. Motif batik pun terlihat unik dan sangat indah. Pola-pola motif batik beragam dan digayakan seperti motif dalam ukiran. Jika diamati lebih jauh, motif batik itu sangat detail. Setiap ruang kosongnya diberi gambar isen-isen seperti titik-titik atau garis-garis yang sangat lembut dan rapi. Bayangkan, Cara membuatnya tentu rumit dan sulit. Tidak salah jika batik itu diakui sebagai karya yang bernilai seni tinggi.

Begitu beragamnya motif batik sehingga penggunaannya pun beragam. Kegunaan batik pada masa dulu, sekarang, dan yang akan datang merupakan aset budaya yang memiliki dinamika tersendiri. Dinamika ini akan membuat batik mampu beradaptasi sesuai perkembangan zaman. Hal inilah yang membuat batik tak lekang oleh waktu. Pada masa depan kreasi dan inovasi harus terus berjalan termasuk inovasi untuk memunculkan motif-motif baru serta memaksimalkan kegunaan batik dalam kehidupan sehari—hari.

Penggunaan batik dapat disesuaikan menurut bahan, motif, dan warna. Hal ini akan sangat penting karena ketika aspek kegunaan bekerja, batik harus mampu hadir walaupun dengan kreasi yang berbeda. Batik mempunyai beberapa aspek kegunaan yang tentunya bermanfaat bagi manusia. Aspek kegunaan batik sebagai berikut:

Batik sebagai Bahan Dekorasi
Dalam ilmu tata ruang dekorasi lebih dikenal dengan istilah elemen estetis. Batik yang digunakan sebagai dekorasi dalam ruangan di antaranya bisa berupa hiasan dinding atau wall hanging, sketsel atau penyekat ruangan. dan patung. Penggunaan batik terus berkembang seiring dengan inovasi dan kreativitas para pengusaha dan desainer batik. Ditinjau dari segi motif, batik bisa hadir dalam nuansa klasik atau pun nuansa modern dengan warna yang menyesuaikan kebutuhan dekorasi. Akan tetapi, ada hal lain yang perlu diperhatikan, yaitu aspek bahan baku yang digunakan untuk membatik. Media batik tidak berupa kain mori dan sutra saja. Batik yang dihadirkan dalam elemen estetis dekorasi harus mempunyai karakter bahan yang lebih kuat dibanding dengan bahan yang digunakan sebagai busana. Bahan untuk batik harus menyesuaikan fungsi pakai dan kegunaannya. Hal ini harus selalu diperhatikan.

Batik sebagai Bahan Perlengkapan Hidup
Setelah berkembang menjadi bahan sandang nasional dan sebagai hiasan, kini batik mulai digunakan untuk membuat perlengkapan dan aksesori seperti tas, kantong ponsel, sandal, dan kipas. Perkembangan produk ini memperkuat daya kreativitas sehingga kegunaan batik pun semakin luas. Dengan begitu batik menjadi sangat akrab dalam kehidupan kita.

Batik sebagai Busana
Penggunaan batik sebagai busana tradisional semakin berkurang, terutama di kalangan generasi muda. Makna simbolik yang ada pada ragam hias batik tradisional juga makin kurang dikenal. Akan tetapi, dengan berbagai kreasi dan inovasi, kini batik telah menjadi pakaian umum. Motif dan desainnya pun semakin berkembang pesat sehingga generasi muda merasa nyaman dan senang menggunakan busana batik. Banyak desainer muda yang memulai kiprah desain bajunya dengan mengambil batik sebagai inspirasi pembuatan desain baju. Kreatifitas para desainer muda ini banyak melahirkan beragam desain baju batik yang sangat elegan dan memenuhi tuntutan gaya hidup modern.